"Laju pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat. Pemborosan makanan pun akan semakin tinggi. Jika kita tidak bisa menghentikan pemborosan makanan, hal itu dapat menyebabkan kelangkaan pangan. Dan kelangkaan pangan akan menyebabkan kelaparan, kemudian kelaparan akan menyebabkan kemiskinan, dan kemiskinan akan menyebabkan kriminalitas." - Agung Saput
“Indonesia adalah salah satu negara terpadat di Asia. Di sini ada stigma bahwa menghabiskan makanan di piring dianggap tidak sopan. Itulah mengapa ketika orang pergi ke restoran, mereka tidak menghabiskan makanan mereka agar sopan dan agar orang lain tidak menganggap mereka sangat lapar. Akibatnya, terjadi surplus. Kita harus mengedukasi pasar bahwa jika Anda memesan sesuatu, Anda harus menghabiskannya karena itu adalah cara untuk menghargai makanan Anda, dan menghargai para petani, dan itu dapat mencegah Anda berkontribusi pada pemborosan makanan di negara ini.” - Agung Saputra
"Polusi udara meningkat secara signifikan beberapa bulan lalu. Kami menyadari masalah ini, tetapi sudah terlambat. Udara dipenuhi asap tebal, sehingga sulit bernapas dan menyebabkan masalah kesehatan bagi banyak orang. Pemerintah panik dan mengeluarkan peraturan kecil, mendesak masyarakat Jakarta untuk menggunakan transportasi umum. Ini adalah solusi yang tidak memadai dan gagal mengatasi masalah sebenarnya. Kualitas udara masih buruk akibat aktivitas pertambangan di sekitar Pulau Jawa, sehingga diperlukan tindakan pemerintah yang lebih komprehensif untuk mengurangi atau memindahkan aktivitas pertambangan dari Pulau Jawa." - Agung Saputra
Dalam episode ini, Jeremy Au berbicara tentang krisis polusi di Indonesia, 48 juta ton limbah makanan (170 kg per kapita), dan aplikasi pasar surplus.
Kata kunci: Agung Saputra, Krisis Polusi Indonesia, 48 Juta Ton Limbah Makanan 170kg Per Kapita, Aplikasi Pasar Surplus, Indonesia, Keberlanjutan, Kisah Pendiri