“Jadi saya pergi ke McKinsey. Selalu menjadi impian saya untuk melihat apa yang ada di balik layar. Saya mendengar banyak orang bertanya mengapa saya mengambil langkah itu. Di Uber, kami bekerja dengan banyak konsultan, dan kemampuan mereka untuk mensintesis masalah dengan cepat dan berkomunikasi dengan jelas sangat luar biasa. Rasanya seperti menyaksikan keajaiban. Saya ingin memahami keterampilan itu dan rahasia di baliknya. Cara tercepat adalah bergabung dengan McKinsey dan belajar langsung dari yang terbaik.” - Aik Chuan (AC) Goh, Pendiri Dana Pencarian Tradisional Pertama di Singapura
“Saya sepenuhnya menduga bahwa pekerjaan konsultan akan melibatkan banyak perjalanan dan masalah yang sulit. Yang mengejutkan saya adalah, bahkan sebagai orang yang paling junior di Singapura, Anda dapat menghubungi seorang veteran media sosial selama 20 tahun atau seorang ahli pengadaan otomotif di AS, dan seorang mitra akan mengangkat telepon dan memberi tahu Anda semua yang perlu Anda ketahui tentang industri ini. Tingkat akses seperti itu tidak terduga.” - Aik Chuan (AC) Goh, Pendiri Dana Pencarian Tradisional Pertama di Singapura
“Hal terpenting yang saya dapatkan adalah kemampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dengan membangun asumsi dan menjalankan siklus iteratif untuk mencapai kesimpulan, menguji apakah kesimpulan tersebut valid, menyesuaikan asumsi, dan mengulanginya lagi. Saya belajar untuk merasa nyaman bahwa keputusan dibuat dengan cara ini bahkan di tingkat senior sekalipun. Anda tidak akan pernah memiliki cukup data. Tidak ada yang punya. Keterampilannya adalah mengumpulkan cukup data untuk melakukan iterasi dan terus bergerak maju. Itu adalah salah satu pelajaran terbesar yang saya dapatkan.” - Aik Chuan (AC) Goh, Pendiri Search Fund Tradisional Pertama di Singapura
Dalam episode ini, Jeremy Au berbicara tentang pelajaran dari Uber, dana pencarian (search funds), dan masa depan UKM di Asia Tenggara.
Kata kunci: Aik Chuan Goh, Pelajaran Uber, Search Funds, Masa Depan UKM Asia Tenggara, Singapura, Asia Tenggara, Kisah Pendiri