Cara Memenangkan Hadiah $1 Juta dan Mengatasi Krisis Pendidikan Global | Adam Huh Dam dari Stick 'Em - EP682
"Tujuan sistem pendidikan bukanlah untuk mempersiapkan Anda untuk pekerjaan tertentu, tetapi untuk membantu Anda belajar bagaimana berpikir dan bagaimana belajar. Itulah bagian terpenting dari sistem pendidikan kita—belajar bagaimana berpikir dan belajar bagaimana belajar, bahkan ketika kita mengambil spesialisasi di lembaga kejuruan atau universitas." - Adam Huh Dam , salah satu pendiri Stick 'Em
"Peningkatan waktu menatap layar dan penggunaan gadget di sekolah bukannya memperbaiki, malah memperburuk hasil pendidikan siswa. Untuk pertama kalinya dalam sejarah global, kita melihat hasil akademik siswa menurun alih-alih meningkat seiring dengan penerapan perangkat-perangkat ini secara massal." - Adam Huh Dam , salah satu pendiri Stick 'Em
"Di Singapura, perangkat robotika sangat mahal—berharga sekitar $600 hingga $700 per unit—dan tidak cukup guru untuk mengajar pemrograman di sekolah. Kami menjembatani kesenjangan itu dengan Stick 'Em untuk menghadirkan pendidikan STEAM berkualitas kepada setiap anak, terutama miliaran anak di seluruh dunia yang tumbuh tanpa akses ke keterampilan penting ini." - Adam Huh Dam , salah satu pendiri Stick 'Em
Dalam episode ini, Adam Huh Dam , salah satu pendiri Stick 'Em , bergabung dengan Jeremy Au untuk membahas evolusi pendidikan STEAM dan perjalanannya dari seorang siswa yang terobsesi dengan robotika di Singapura hingga memenangkan hadiah global senilai jutaan dolar. Adam berbagi pengalaman masa kecilnya yang "traumatis" karena ditolak dari klub robotika sekolah karena biaya tinggi dan tempat terbatas, yang memicu misinya untuk membuat robotika dapat diakses menggunakan tongkat dan konektor sederhana. Mereka membahas dampak "bencana" AI terhadap hasil pendidikan saat ini, mengapa kecurangan melalui AI menjadi masalah yang menghambat masuk, dan bagaimana tim pendiri memanfaatkan otentisitas untuk memenangkan Hult Prize di London. Adam juga merefleksikan masa depan pekerjaan, menekankan bahwa meskipun AI dapat mengotomatiskan pengkodean dan akuntansi, nilai inti pendidikan manusia tetaplah kemampuan untuk berpikir mandiri dan berempati.
Tonton di YouTube: https://www.youtube.com/watch?v=jaeEyRF3doA&list=PLl9u6ECOP8_7scb97PE3whKu4yJVizIOd
Dengarkan di Spotify: https://open.spotify.com/episode/0vDNDokZJYr94gjQWpoolw