"Saya sangat senang memperkenalkan konsep ini ke Singapura sebagai festival luar ruangan yang imersif. Ini adalah acara luar ruangan yang berakar pada unsur-unsur sejarah, biasanya dari Renaisans Inggris. Anda akan melihat orang-orang berpakaian seperti Ratu Elizabeth atau Shakespeare, bersama dengan pengamen yang memainkan instrumen yang sesuai dengan zamannya seperti biola dan harpa. Dalam beberapa tahun terakhir, pameran Renaisans menjadi lebih berfokus pada fantasi, dengan orang-orang berpakaian sebagai penyihir, peri, goblin, dan tikus. Pameran ini biasanya diadakan di luar ruangan, dengan versi yang paling rumit dan mapan ditemukan di Amerika Serikat." - Caylee Chua, Pendiri Strawberry Champagne Sparkles
"Dibandingkan dengan festival Renaissance lainnya, branding kami lebih condong ke arah dongeng karena kami menginginkan sesuatu yang lebih intuitif dan lebih dekat dengan fantasi abad pertengahan. Referensi yang jelas adalah Lord of the Rings dan Game of Thrones, tetapi dunia-dunia itu sangat gelap, dengan banyak kematian dan kekerasan. Saya mencoba memikirkan sesuatu yang berdekatan yang dapat dipahami oleh semua orang di Singapura. Banyak anak tumbuh dengan dongeng Amerika dan Barat seperti Disney, yang juga membuat pengalaman ini lebih ramah keluarga." - Caylee Chua, Pendiri Strawberry Champagne Sparkles
"Saya beruntung dengan strategi saya karena saya memulai media sosial saya sekitar bulan April atau Mei dan menggunakannya sebagai halaman arahan untuk membangun audiens awal. Saya tidak memposting di Instagram sampai 3 Agustus, dan saya menjadikan peluncuran itu sebagai momen besar. Untuk beberapa postingan pertama, setiap kali saya mempublikasikan sesuatu, saya juga mengirim email yang meminta orang untuk membagikan ulang konten tersebut. Itu sangat membantu. Postingan awal mendapatkan banyak tayangan karena audiens awal benar-benar mendorongnya, dan momentum itu membantu kami membuka lebih banyak peluang." - Caylee Chua, Pendiri Strawberry Champagne Sparkles
Dalam episode ini, Jeremy Au berbicara tentang Pameran Renaisans pertama di Singapura, ketekunan kreatif, dan bagaimana seorang pemuda berusia 24 tahun membangun budaya festival baru.
Kata kunci: Caylee Chua, Singapore First Renaissance Fair, Ketekunan Kreatif, Bagaimana Seorang Pemuda 24 Tahun Membangun Budaya Festival Baru, Singapura, Asia Tenggara, Kreator, Kisah Pendiri