"Akankah AI menjadi nakal? AI saat ini telah menjalani eksperimen keamanan di mana, jika terancam dimatikan, mereka mencoba memeras, menyuap, mengemis, atau mencuri untuk bertahan hidup. Jika kita melatih AI untuk bertahan hidup dan bertindak seperti itu, mengapa ia tidak akan mencoba melakukan hal-hal tersebut?" - Jeremy Au, Pembawa Acara Podcast Teknologi BRAVE Asia Tenggara" - Jordan Dea-Mattson
"Dalam memikirkan singularitas, ada baiknya kita kembali pada definisinya. Ini adalah konsep dalam matematika dan fisika di mana definisi yang ada tidak lagi berlaku. Istilah ini, yang diciptakan pada akhir tahun 80-an dalam buku The Coming Technological Singularity, menggambarkan bagaimana, jika Anda memetakan laju perubahan teknologi menggunakan sesuatu seperti Hukum Moore—di mana daya komputasi berlipat ganda setiap 18 bulan dan biaya turun setengahnya—di suatu tempat antara tahun 2025 dan 2030, hal itu menjadi tidak terdefinisi. Apa yang terjadi pada titik itu? Apa yang terjadi pada masyarakat dan teknologi? Beberapa orang akan mengatakan itu adalah kecerdasan buatan umum, tetapi lebih dari itu—ini tentang percepatan laju perubahan." - Jordan Dea-Mattson, Pemimpin Teknologi Veteran
Dalam episode ini, Jeremy Au berbicara tentang masa depan fiksi ilmiah, AI yang nakal, dan mengapa kemampuan super akan menentukan siapa yang akan sukses.
Kata kunci: Jordan Dea-Mattson, Masa Depan Fiksi Ilmiah, AI Nakal, Mengapa Keterampilan Meta Akan Menentukan Siapa yang Sukses, Singapura, Asia Tenggara, Kecerdasan Buatan, Kepemimpinan, Kepemimpinan Pemikiran