“Dengan banyaknya usaha social commerce yang bermunculan, mereka sering memasuki negara berkembang di mana PDB per kapita belum mencapai tingkat negara maju. Banyak individu baru mulai mendapatkan penghasilan lebih atau mengakses kredit, yang membawa tantangan tersendiri, terutama dengan meningkatnya pinjaman antar individu. Beberapa inovasi, baik atau buruk, baru menunjukkan dampaknya seiring waktu. Dengan meningkatnya social commerce, saya sangat berharap salah satu hasilnya di Indonesia adalah fokus yang lebih kuat pada peningkatan kesadaran finansial. Seiring meningkatnya pendapatan, sangat penting bagi masyarakat untuk juga mengembangkan pengetahuan finansial dan kesadaran keuangan pribadi yang lebih besar.” - Gita Sjahrir, Kepala Investasi di BNI Ventures
“Dengan masuknya investasi baru, terutama di bawah presiden baru yang bersemangat menarik lebih banyak bisnis internasional, kita melihat semakin banyak anak muda dengan pendapatan yang dapat dibelanjakan. Dampak jangka panjang dari pergeseran ini masih harus dilihat, tetapi hal ini menyoroti tren dalam perdagangan sosial. Di tempat-tempat seperti Indonesia, bukan hanya perdagangan sosial yang meningkat; ada juga peningkatan pinjaman antar individu dan perjudian online.” - Gita Sjahrir, Kepala Investasi di BNI Ventures
"Jika berbicara tentang tanah dan properti, bagi banyak orang di generasi saya, pembelian ini tetap merupakan hal yang sangat emosional, karena kami dibesarkan untuk menghargai kepemilikan tanah atau properti. Saya bersyukur atas solusi sektor swasta yang mengatasi hal ini, tetapi saya juga ingin bertanya kepada sektor publik: Apa yang Anda lakukan untuk membantu generasi muda Indonesia mampu membeli rumah? Bagaimana Anda membuat hipotek lebih mudah diakses? Dukungan apa yang tersedia bagi rata-rata warga Indonesia yang berpenghasilan pas-pasan, yang menghadapi tantangan menabung untuk uang muka sekaligus mengelola utang keluarga? Ini adalah pertanyaan-pertanyaan besar dalam masyarakat Indonesia." - Gita Sjahrir, Kepala Investasi di BNI Ventures
Dalam episode ini, Jeremy Au berbicara dengan Jeremy Au tentang Indonesia: koalisi kabinet 109 anggota 48 kementerian, Temu Ban, TikTok dan Bukalapak, serta investasi VC bersama Gita Sjahrir.
Kata Kunci: Indonesia, 109 Anggota 48 Koalisi Kabinet Kementerian, Temu Ban, TikTok dan Bukalapak, VC Investments, Gita Sjahrir, Indonesia, VC, Perempuan, Kepemimpinan Pemikiran