"Saya lulus kuliah pada usia 20 tahun. Saya tumbuh di daerah pedesaan Tiongkok dengan sumber daya terbatas, tetapi saya mengembangkan rasa ingin tahu yang kuat sejak dini tentang bagaimana dunia lain terlihat. Tepat setelah kuliah, saya menghabiskan dua setengah tahun berkeliling dunia tanpa uang. Saya mendapatkan penghasilan dari pekerjaan penelitian universitas, membeli tiket sekali jalan ke Eropa dan AS, dan hidup dengan menumpang tidur, menumpang kendaraan, dan berkemah di tempat-tempat yang tidak dikenal. Saya sering tidak tahu di mana saya akan tidur keesokan harinya atau apa yang akan saya makan, tetapi semuanya selalu berjalan lancar. Bagian terbaik dan terburuknya adalah hal yang sama: menghadapi ketidakpastian. Sebagai seorang pendiri dan pengusaha, Anda menghadapi ketidakpastian setiap hari, setiap saat." - Rocky Yu, Pendiri dan CEO AGI House
"Saya tidak perlu hidup seperti itu. Saya mendapat dukungan keluarga dalam situasi apa pun, tetapi saya memilih untuk melakukannya karena rasa ingin tahu. Saya ingin memahami dunia luar, apa yang dilakukan anak muda seperti saya, dan apa yang benar-benar mereka pedulikan. Saya tidak percaya bahwa mengunjungi suatu tempat selama beberapa hari saja sudah cukup. Saya sengaja menghabiskan waktu lama hidup di level mereka untuk melihat dan mengalami kehidupan sebagaimana adanya. Saya membawa ransel berkapasitas 70 liter berisi tenda dan kantong tidur dan berkeliling dunia." - Rocky Yu, Pendiri dan CEO AGI House
"Kami telah melihat banyak kisah, dan satu kata yang sering muncul adalah: ketahanan. Anda perlu sangat banyak akal dan tangguh. Orang banyak berbicara tentang bakat, tetapi dunia tidak kekurangan bakat. Yang membedakan orang adalah siapa yang berusaha lebih keras untuk mewujudkan sesuatu. Ketika Anda menyadari, seperti yang dikatakan Steve Jobs, bahwa dunia dibangun oleh orang-orang yang tidak lebih pintar dari Anda, persepsi Anda berubah. Anda menyadari bahwa Anda bisa menjadi siapa saja dan membangun apa pun." - Rocky Yu, Pendiri dan CEO AGI House
Dalam episode ini, Jeremy Au berbicara tentang seluk-beluk AGI House, kepadatan talenta, dan mengapa AI dibangun oleh komunitas.
Kata kunci: Rocky Yu, Inside AGI House, Kepadatan Bakat, Mengapa AI Dibangun oleh Komunitas, AS, Asia Tenggara, Kecerdasan Buatan, Kisah Pendiri