BRAVE: Pekerjaan AI, Matematika Unicorn & Kesenjangan 45 Tahun di Asia Tenggara - E643

Saya sedang rapat dengan bankir lain dan kami diberitahu bahwa Microsoft Copilot telah diaktifkan untuk mencatat notulen rapat. Kami semua, para eksekutif senior, tertawa dan berkata bahwa fitur ini memang memudahkan hidup kami, tetapi justru mempersulit hidup staf keuangan junior karena dulu pekerjaan itu memang pekerjaan mereka. Bankir di sebelah saya mengatakan hal ini menarik karena sekarang para rekan kerja kami harus bekerja jauh lebih keras karena mereka tidak bisa lagi mengandalkan pencatatan notulen sebagai tanggung jawab utama. Ini merupakan dinamika penting yang perlu dipertimbangkan karena mengotomatiskan pekerjaan sekaligus mengurangi jam kerja yang dibutuhkan untuk banyak pekerjaan tingkat pemula. - Jeremy Au, Pembawa Acara BRAVE Southeast Asia Tech Podcast


Kita selalu bicara tentang mesin waktu, kan? Bisakah saya melakukan perjalanan waktu 20 tahun? Bagi seseorang dari Filipina, rata-rata orang Filipina yang bepergian ke Singapura akan terasa seperti melompat 45 tahun ke masa depan. Selisih antara tahun 1980 dan 2025 adalah sekitar 45 tahun kemajuan di bidang infrastruktur, pendidikan, dan hiburan. Ini adalah lompatan 45 tahun dalam pembangunan. Kita tidak mengatakan apakah ini baik atau buruk, tetapi kita harus mengakui ini sebagai kekuatan teknologi dan pertumbuhan ekonomi. Mesin waktu ini bahkan ada di antara negara-negara tetangga di Asia Tenggara atau Asia yang lebih luas, menunjukkan kesenjangan pembangunan selama 45, 50, 20, atau 10 tahun. Hal itu penting untuk kita pikirkan. - Jeremy Au, Pembawa Acara BRAVE Southeast Asia Tech Podcast


Setiap generasi saat ini mengalami perubahan besar, bahkan ada yang menyebutnya akselerasi. Selama tiga generasi terakhir, dari Gen X, Milenial, hingga Gen Z, kita telah menyaksikan bagaimana setiap era memiliki gadget khasnya sendiri — mulai dari Walkman yang memungkinkan orang mendengarkan musik saat bepergian, ponsel Nokia yang memungkinkan pengiriman pesan SMS, hingga perangkat Apple dan Android masa kini. Pertanyaannya adalah apa yang akan terjadi selanjutnya bagi generasi berikutnya. Saya punya anak berusia tiga tahun dan lima tahun, dan dalam dua puluh tahun, mereka akan melapor kepada Anda. Gelombang teknologi apa yang akan mereka hadapi? Itu sesuatu yang patut dipikirkan. - Jeremy Au, Pembawa Acara BRAVE Southeast Asia Tech Podcast.


Jeremy Au mengeksplorasi bagaimana teknologi, ekonomi, dan startup membentuk masa depan Asia Tenggara. Ia berbagi mengapa para pendiri muda harus mengambil risiko sejak dini, bagaimana AI mengubah pekerjaan tingkat pemula, mengapa pertumbuhan PDB mencerminkan kemajuan manusia selama berabad-abad, dan bagaimana unicorn dibangun di berbagai model pelanggan dan pendapatan.


Daftar untuk membaca posting ini
Bergabunglah sekarang
Sebelumnya
Sebelumnya

Joe Lu: Dari PHK Meta ke HeyMax, Membangun Kembali Nilai, Miles & Masa Depan AI Konsumen – E644

Berikutnya
Berikutnya

Larry Susanto: Dari Berkeley ke Jakarta, Batas Baru Teknologi Iklim & Peluang Hijau Indonesia – E642